ALELOPATI ADALAH PDF

ABSTRAK AYU MITA SARI (I 09 ). Pengaruh Alelopati Jonga-jonga ( Chromolaena odorata) terhadap Perkecambahan dan. EFEK ALELOPATI Ageratum conyzoides TERHADAP PERTUMBUHAN SAWI. Siti Hafsah, Hafsah, Ulim Ulim, Cut Mutia Nofayanti. Dasar Teori Alelopati. Alelopat merupakan senyawa kimia yang dihasilkan oleh suatu tanaman yang dapat mengganggu tanaman disekitarnya, sehingga dapat .

Author: Akirn Voodoozil
Country: Dominica
Language: English (Spanish)
Genre: Technology
Published (Last): 12 October 2007
Pages: 393
PDF File Size: 4.97 Mb
ePub File Size: 6.80 Mb
ISBN: 253-7-47106-858-6
Downloads: 52735
Price: Free* [*Free Regsitration Required]
Uploader: Bajora

Alelopati didefinisikan sebagai suatu fenomena alam dimana suatu organisme memproduksi dan mengeluarkan suatu senyawa biomolekul disebut alelokimia ke lingkungan dan senyawa tersebut memengaruhi perkembangan dan pertumbuhan organisme lain di sekitarnya. Sebagian alelopati terjadi pada tumbuhan dan dapat mengakibatkan tumbuhan di sekitar penghasil alelopati tidak dapat tumbuh atau mati, contoh tanaman alelopati adalah Ekaliptus Eucalyptus spp.

Oleh karena itu, alelopati dapat diaplikasikan sebagai pembasmi gulma sehingga mengurangi penggunaan herbisida sintetik yang berbahaya bagi lingkungan. Contoh alelopati di dalam ekosistem perairan adalah beberapa dinoflagelata dapat menghasilkan senyawa alelokimia yang merugikan fitoplankton, ikan, dan binatang laut lainnya.

April | | Welcome to My World | Page 12

Tumbuhan dapat menghasilkan senyawa alelokimia yang merupakan metabolit sekunder di bagian akar, rizoma, daun, serbuk sari, bunga, batang, dan biji. Tanaman yang rentan terhadap senyawa alelokimia dari tanaman lainnya dapat mengalami gangguan pada proses perkecambahan, pertumbuhan, serta perkembangannya. Perubahan morfologis yang sering terjadi akibat paparan senyawa alelokimia adalah perlambatan atau penghambatan perkecambahan biji, perpanjangan koleoptil, radikula, tunas, dan akar.

Indikasi terjadinya fenomena alelopati dapat terlihat melalui beberapa bentuk, di antaranya adalah autotoksisitas, efek residu, dan penghambatan gulma. Autotoksisitas terjadi bila alelopati terjadi di antara individu dalam satu spesies yang sama, contohnya spesies Medicago sativa alfalfaTrifolium spp. Hal ini diperkirakan menjadi salah satu penyebab pertumbuhan tanaman yang tidak sama pada tahun-tahun berikutnya dalam pertanian. Salah satu bentuk alelopati tanaman lainnya adalah residu dari beberapa tanaman adwlah dapat mengurangi perkecambahan gulma.

Beberapa tanaman yang dapat menghambat pertumbuhan sdalah melalui proses alelopati adalah Avena fatua haverE. Tujuan Praktikum Adapun tujuan dari praktikum ini, adalah sebagai berikut: Untuk mengetahui macam-macam alelopati pada tanaman.

Untuk mengetahui reaksi adaoah. Alelopati alrlopati interaksi antarpopulasi, bila populasi yang satu menghasilkan zat yang dapat menghalangi tumbuhnya populasi lain. Contohnya, di sekitar pohon walnut juglans jarang ditumbuhi tumbuhan lain karena tumbuhan ini menghasilkan zat yang bersifat toksik. Pada mikroorganisme istilah alelopati dikenal sebagai anabiosa atau antibiotisme.

Contoh, jamur Penicillium sp. Fenomena alelopati mencakup semua tipe interaksi kimia antartumbuhan, antarmikroorganisme, atau antara tumbuhan dan mikroorganisme Einhellig, a.

Menurut Rice interaksi tersebut meliputi penghambatan dan pemacuan secara langsung atau tidak langsung suatu senyawa kimia yang dibentuk oleh suatu organisme tumbuhan, hewan atau mikrobia terhadap pertumbuhan dan perkembangan alwlopati lain.

Senyawa kimia yang berperan dalam mekanisme itu disebut alelokimia. Pengaruh alelokimia bersifat selektif, yaitu berpengaruh terhadap jenis organisme tertentu namun tidak terhadap organisme lain Weston, Alelokimia pada tumbuhan dibentuk di berbagai organ, mungkin di akar, batang, daun, bunga dan atau biji.

Organ pembentuk dan jenis alelokimia bersifat spesifik pada setiap spesies. Pada umumnya alelokimia merupakan metabolit sekunder yang dikelompokkan menjadi 14 golongan, yaitu asam organik larut air, lakton, asam lemak rantai panjang, quinon, terpenoid, flavonoid, tanin, asam sinamat dan derivatnya, asam benzoat dan derivatnya, kumarin, fenol dan asam fenolat, asam amino nonprotein, sulfida serta nukleosida. Pelepasan alelokimia pada umumnya terjadi pada stadium perkembangan tertentu, dan kadarnya dipengaruhi oleh stres biotik maupun abiotik Einhellig, b.

  BATTLETECH AEROTECH PDF

Alelokimia pada tumbuhan dilepas ke lingkungan dan mencapai organisme sasaran melalui penguapan, eksudasi akar, pelindian, dan atau dekomposisi.

Setiap jenis alelokimia dilepas dengan mekanisme tertentu tergantung pada organ pembentuknya dan bentuk atau sifat kimianya Rice, ; Einhellig, b. Mekanisme pengaruh alelokimia khususnya yang menghambat terhadap pertumbuhan dan perkembangan organisme khususnya tumbuhan sasaran melalui serangkaian proses yang cukup kompleks, namun menurut Einhellig b proses tersebut diawali di membran plasma dengan terjadinya kekacauan struktur, modifikasi saluran membran, atau hilangnya fungsi enzim ATP-ase.

Hal ini akan berpengaruh terhadap penyerapan dan konsentrasi ion dan air yang kemudian mempengaruhi pembukaan stomata dan proses fotosintesis. Hambatan berikutnya mungkin terjadi dalam proses sintesis protein, pigmen dan senyawa karbon lain, serta aktivitas beberapa fitohormon. Sebagian atau adalzh hambatan tersebut kemudian bermuara pada terganggunya pembelahan dan pembesaran sel yang akhirnya menghambat pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan sasaran.

Alelopati tentunya menguntungkan bagi spesies yang menghasilkannya, namun merugikan bagi tumbuhan sasaran. Oleh karena itu, tumbuhan-tumbuhan yang menghasilkan alelokimia umumnya mendominasi daerah-daerah tertentu, sehingga populasi hunian umumnya adalah populasi jenis tumbuhan adakah alelokimia.

Dengan adanya proses interaksi ini, maka penyerapan nutrisi alelipati air dapat terkonsenterasi pada tumbuhan penghasil alelokimia dan tumbuhan alelpati yang toleran terhadap senyawa ini. Proses pembentukkan senyawa alelopati sungguh alelopari proses interaksi antarspesies atau antarpopulasi yang menunjukkan suatu kemampuan suatu organisme untuk mempertahankan kelangsungan hidup dengan berkompetisi dengan organisme lainnya, baik dalam hal makanan, habitat, atau dalam hal lainnya.

Alat Dan Bahan 1. Bagian akar alang-alang 2. Biji kacang hijau yang bagus 5. Pupuk kandang ayam 7. Waktu Dan Tempat Praktikum mengenai hubungan alelpati ini dilaksanakan pada hari Rabu, tanggal 26 Daalahhari Selasa tanggal 1 November dan hari selasa tanggal 8 November Dimulai pada pukul Pelaksanaan praktikum ini dilakukan di laboratorium kehutanan dan rumah kaca Aelopati Jambi, Mendalo Darat, Muaro Jambi. Prosedur Percobaan Perlakuan yang dicobakan yaitu: Tanah yang subur dicampur dengan pasir dan pupuk adalh hingga homogen.

Selanjutnya disterilisasi dengan cara digongseng 2. Tanah tersebut kemudian dimasukkan ke dalam bak kecambah, lalu disiram sampai jenuh 3.

Biji kacang hijau diremdan dalam air selama 1 jam 4.

Allelopathy Research Papers –

Biji yang telah direndam tadi ditanam ke dalam bak kecambah dengan jumlah 5 kali ulangan setiap perlakuan dan dibiarkan sampai tumbuh 5. Disiapkan akar alang-alang yang sudah dibersihkan sebanyak 0,5 kg, daun sengon sebanyak 1 kg dan daun akasia sebanyak 1 kg 6.

Dibuat ekstrak alang-alang, daun sengon, dan daun akasia dengan cara aleelopati berikut: Untuk akar alang-alang ditambahkan air sebanyak 3,5 liter. Untuk daun akasia dan sengon ditambahkan air sebanyak 7 liter.

Allelopathy

Selanjutnya dibuat larutan akar alang-alang dengan perbandingan 7: Dilakukan penyiraman dengan air akuades secukupnya, terhadap tanaman di dalam polibag setiap hari. Kemudian selama satu minggu berikutnya dilakukan penyiraman dengan larutan alelopati sebagai perlakuan setiap hari, masing-masing tanaman disiram sebanyak 50 cc. Selanjutnya alelopatti pengamatan terhadap tanaman: Setelah 2 minggu percobaan dilakukan pengukuran dan pengamatan terhadap: Jadi, dapat disimpulkan bahwa alelopati tersebut tidak terlalu memperngaruhi tinggi batang kacang hijau.

Batang terendah adalah 10 cm dan yang tertinggi adalah 16 cm. Batang terendah adalah 9,5 cm dan yang alelpati adalah 15 cm.

Batang terendah adalah 13 cm dan yang tertinggi adalah 17 cm. Batang terendah adalah 13,2 cm dan yang tertinggi adalah 18,5 cm. Batang terendah adalah 10,4 cm dan yang aleloati adalah 16 cm. Batang terendah adalah 12,5 cm dan yang tertinggi adalah 17 cm. Pada tanaman kacang hijau yang hanya disiram dengan air biasa, daunnya terlihat besar-besar dan berwarna hijau.

  INDONEESIELLA ECHIOIDES PDF

Pada tanaman kacang hijau yang disiram dengan alelopati alang-alang, daunnya agak kecil dan juga mengeriting. Pada tanaman kacang hijau yang disiram dengan alelopati sengon dapat dilihat dengan jelas bahwa warna daun sedikit kekuningan dan tidak sehijau warna daun kontrol.

Sedangkan pada tanaman kacang hijau yang disiram dengan alelopati akasia, daunnya kecil dan ruas daun memendek. Jadi, dapat disimpulkan bahwa zat alelopati berpengaruh terhadap keadaan daun kacang hijau. Hal ini membuktikan bahwa alelopati tersebut sedikit banyak turut berpengaruh terhadap pertumbuhan akar.

Akar terpendek adalah 10,5 cm dan yang terpanjang adalah 17,5 cm. Akar terpendek adalah 10,5 cm dan yang terpanjang adalah 15 cm. Akar terpendek adalah 13 cm dan yang terpanjang adalah 20 cm. Akar terpendek adalah 13,5 cm dan yang terpanjang adalah 20 cm. Akar terpendek adalah 10,5 cm dan yang terpanjang adalah 19 cm. Akar terpendek adalah 8 cm dan yang terpanjang adalah 15,5 cm.

Pada tanaman kacang hijau yang hanya disiram dengan menggunakan air biasa, akarnya panjang dan berkembang. Pada tanaman kacang hijau yang disiram dengan alelopati alang-alang perbandingan 3,5: Sedangkan pada tanaman kacang hijau yang disiram dengan alelopati alang-alang perbandingan 7: Pada tanaman kecang hijau yang disiram dengan alelopati sengon perbandingan 7: Sedangkan pada kacang hijau yang disiram dengan alelopati sengon perbandingan Pada tanaman kacang hijau yang disiram dengan alelopati daun akasia dengan perbandingan 7: Sedangkan pada tanaman kacang hijau yang disiram dengan alelopti akasia perbandingan Hal ini dapat membuktikan bahwa alelopati dapat mempengaruhi perkembangan akar.

Kesimpulan Alelopati didefinisikan sebagai suatu fenomena alam dimana suatu organisme memproduksi dan mengeluarkan suatu senyawa biomolekul disebut alelokimia ke lingkungan dan senyawa tersebut memengaruhi perkembangan dan pertumbuhan organisme lain di sekitarnya.

Alelopati dapat mempengaruhi pertumbuhan batang, khususnya tinggi batang, keadaan daun dan bentuk daun, panjang akar dan juga perkembangan akar pada tumbuhan. Indriyanto, Ekologi Hutan,Jakarta: Tanah sebagai tubuh alam mempunyai berbagai macam fungsi utama, diantaranya pertama sebagai media tumbuhan tanaman yang menyediakan hara dan air. Berdasarkan data Lapisan I memiliki kedalaman lapisan sekitar 3 cm, sedangkan lapisan II alelopsti kedalaman 12 cm. Tanah itu pada berbagai tempat tebalnya tidak sama, tergantung dari letak tanah itu sendiri.

Pada lapisan-lapisan tersebut terdapat batasan lapisan yang menunjukkan perbedaan antarlapisan. Dalam pengamatan di lapangan, diperoleh bahwa batasan antar lapisan nyata,jelas,dan baur.

Secara umum, lapisan atas lebih gelap dibandingkan alelopatu lapisan yang ada di bawahnya. Adanya perbedaan warna ini merupakan petunjuk untuk beberapa sifat tanah karena warna tanah dipengaruhi oleh alelopqti faktor yang terdapat dalam tanah tersebut.

Konsistensi tanah pada setiap lapisan juga menunjukkkan perbedaan. Struktur tanah merupakan gumpalan kecil dari butir-butir tanah. Dalam praktek di lapangan, diperoleh struktur tanah tiap lapisan agak berbeda.

Author: admin